ENREKANG– Pinka, 4,7 tahun, korban gigitan anjing menghembuskan napas terakhirnya di RSU Massenrempulu, Selasa 26 Februari sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelumnya balita malang itu sempat mendapat perawatan sekitar empat jam.Sesuai informasi dari keluarga korban, Pinka masuk ke rumah sakit sekitar pukul pukul 03.00 dinihari dan meninggal pukul 09.00 Wita.

Menurut tim medis yang menangani Pinka, ketika dirujuk ke rumah sakit, kondisi warga Desa Cendana Kecamatan Cendana itu sudah dalam keadaan kejang-kejang, suhu badannya tinggi, dan kesadarannya turun drastis serta ada bekas luka bekas gigitan anjing di bahu kanan.

Dokter Yati, spesialis anak RSU Massenrempulu, Rabu 27 Februari kemarin membenarkan, jika pasien, Pinka menderita rabies. “Kami memang sudah memeriksa Pinka dan benar sudah masuk kategori rabies,” katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang melalui Dinas Kesehatan sejak
Januari lalu sudah menetapkan penyakit anjing gila masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB). Itu setelah ditemukan puluhan korban gigitan anjing gila di Kecamatan Baraka.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Enrekang, dr Iriani yang berusaha dikonfirmasi tidak berhasil. Menurut staf, Kadis sedang tugas di luar kantor. Demikian pula dengan Kepala Bidang Pertenakan, Dinas Pertanian Enrekang, drh Junwar juga berada di Makassar. (k4)