ENREKANG– Puluhan alat takar pedagang disita petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah (PPD) Enrekang dalam operasi yang dilakukan, akhir pekan lalu.Kepala Dinas (Kadis) PPD Enrekang, Drs Irfan Barung mengatakan, alat takar tersebut terdiri atas liter, alat ukur kaleng, serta alat timbangan, berupa dacing logam.

Alat ukur itu menurut dia, selanjutnya dimusnahkan karena sudah tidak sesuai dengan volumenya. Penyitaan dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan masyarakat. “Misalnya liter. Ada pedagang yang menambal semen di dalamnya sehingga mengurangi volume saat digunakan. Ada juga yang memasukan kardus di dalam takaran. Ini harus dimusnahkan,” ujar Irfan Barung.

Selain itu lanjut dia, timbangan pedagang yang belum ditera juga disita petugas PPD untuk diamankan di kantor camat kemudian ditera. Alat takaran dimaksud kata Irfan, disita di beberapa pasar tradisional di Enrekang, seperti Pasar Baraka, Sudu, dan Pasar Enrekag.

Di pasar Baraka lanjutnya, petugas berhasil menyita satu buah dacing logam, 57 buah liter serta 34 alat takar kaleng. Sementara pasar Enrekang, petugas hanya menyita dua buah liter, pasar Sudu juga 20 buah liter.

“Operasi ini dilakukan karena banyaknya pengaduan masyarakat yang mengeluhkan adanya oknum pedagang yang berbuat curang. Bahkan bupati sering mendapat keluhan masyarakat. Makanya kita melakukan operasi,” ungkapnya. (k4)