ENREKANG– Mantan roker terkenal era 90-an yang kini aktif menjadi juru dakwah memuji gaya hidup masyarakat Kabupaten Enrekang. Di hadapan masyarakat Bumi Massenrempulu yang memadati lapangan Batili Enrekang dalam acara tablig akbar Senin 10 Maret malam, Harry mengaku cukup salut.

Kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang religius selama ini, ternyata bukan hanya teori.

Buktinya kata harry, meski kondisi lapangan yang becek akibat diguyur hujan, namun tidak menurunkan minta masyarakat untuk menghadiri acara tablig akbar tersebut.

“Saya juga salut buat pemerintah daerah yang telah melahirkan beberapa peraturan daerah (perda) tentang syariat Islam, seperti Perda Bebas Miras, Busana Muslim dan muslimah, serta perda tentang baca tulis Alquran,” kata Harry.

Harry mengatakan, belum banyak daerah di Indonesia yang menerapkan perda, seperti
itu. Bahkan kata dia, untuk Sulsel, baru Bulukumba dan Enrekang.

Dalam acara yang dihadiri para pejabat daerah tersebut, termasuk Bupati La Tinro bersama nyonya, Ny Silvy La Tinro, Harry juga menjelaskan alasannya hingga berhenti dari kegiatan artis.

“Untuk menghasilkan uang miliaran rupiah, bagi seorang artis itu tidak sulit, tapi mengapa saya memilih berhenti jadi artis. Saya sadar bahwa artis itu hanya pembawa kemaksiatan dan penyebar ajaran Yahudi,” tegasnya.

Harry dijadwalkan berada di Enrekang hingga 12 Maret. Di sana dia akan memimpin acara tablig akbar di beberapa kecamatan. Selain di Kota Enrekang, juga di Kecamatan Anggeraja, Alla, Malua dan Kecamatan Baraka. (k4)