ENREKANG– Hujan yang mengguyur Kabupaten Enrekang dalam beberapa hari terakhir telah membuat dua sungai besar yang membelah Kota Enrekang meluap. Akibatnya, puluhan rumah yang berada di sepanjang bantaran Sungai Mata Allo terancam terkikis air.Seperti yang terlihat di Massemba, Kota Enrekang, puluhan rumah di sekitar sungai terancam terbawa arus sungai. Jarak antara pemukiman dengan sungai sudah semakin dekat.

Bahkan lima rumah warga, termasuk Masjid Massemba mengalami retak di lantai, terkikis abrasi. Bahkan rumah milik Suherman bagian dapurnya sudah miring akibat abrasi. Selain itu, pemukiman yang sudah mengalami keretakan telah mencapai 200 meter lebih.

Warga mengaku tidak bisa lagi tidur nyenyak pada malam hari, terutama saat hujan mengguyur. Mereka khawatir tiba-tiba datang banjir hingga menghanyutkan rumah. “Kita takut sekali kalau hujan mengingat rumah kami sudah berada di bibir sungai,” ujar Suherman.

Di tempat terpisah, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung yang meninjau pemukiman warga di
Massemba Minggu 16 Maret kemarin langsung mengimbau masyuarakat segera meninggalkan rumah guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Mulai hari ini, warga harus tinggalkan rumah dulu sambil menunggu waktu tenang,” ujarnya.

Selain itu, di Kecamatan Cendana, empat rumah warga juga terancam terkikis tanah longsor. Sebelumnya di tempat tersebut telah terjadi longsor. Dikhawatirkan terjadi lagi longsor susulan.

Pemilik rumah yang letaknya sekitar dua meter dari titik longsor masing-masing Husni, Rustan, Lecceng, dan Lawadang. Rumah keempat warga tersebut juga telah miring setelah tanah di sekitarnya telah longsor. (k4)