ENREKANG– Rapat pembahasan proyek 2008 di Kabupaten Enrekang memunculkan banyak pertanyaan, Senin 17 Maret. Penyebabnya, rapat yang dipimpin anggota Komisi II Syarifuddin Sinring dengan dihadiri Kepala Dinas (Kadis) PU, Ir Sugihardjo dan Kepala Bidang Praswil PU, Benny Mansyur itu berlangsung tertutup.Beberapa wartawan yang hendak meliput kegiatan wakil rakyat itu pun harus gigit jari. Mereka tidak diperkenankan berada di sekitar ruangan rapat. Bahkan seorang warga Kecamatan Maiwa yang juga mantan Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Enrekang, Muh Saleh Bulla mengaku sangat kecewa.

Kedatangannya di DPRD hanya untuk menyaksikan rapat tertutup alias “cokko-cokko.” Saking rahasianya hingga di depan pintu masuk ruangan rapat berdiri dua anggota satpol Pamong Praja berbadan kekar. “Saya jauh-jauh datang dari Maiwa untuk melihat rapat dewan. Padahal bagaimanapun mereka merupakan wakil rakyat, tapi kalau begini carannya, ada apa dengan DPRD Enrekang ini,” ujar Saleh.

Seusai memimpin rapat sekitar dua jam, Syarifuddin Sinring mengatakan, rapat itu hanya membahas persiapan PU dalam proses tender proyek 2008. “Kita memang sengaja melakukan secara tertutup karena jangan sampai wartawan menulis hal-hal yang prinsip. Kalau ada yang pertanyakan, itu hanya statemen pribadi yang perlu dipertanyakan kapasitasnya,” ujar anggota Partai Demokrat tersebut.

Demikian pula Kadis PU Sugihardjo juga mengatakan, rapat tersebut hanya membahas masalah persiapan PU dan unit kerja lain dalam menghadapi proses tender 2008 ini. “Tidak ada hal penting yang dibahas,” kilahnya. (k4)