ENREKANG– Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Enrekang, drh Junwar mengatakan, produksi susu murni yang dihasilkan daerahnya setiap hari mencapai 6.000 liter. Susu tersebut menurut dia, dihasilkan puluhan kelompok tani yang ada. Di pihak lain, populiasi sapi perah di Kabupaten Enrekang saat ini, mencapai 1.400 ekor.

Sapi tersebut tersebar pada 12 kelompok tani ternak dengan jumlah anggota mencapai 256 orang. “Diperkirakan 2009 mendatang jumlah sapi perah akan meningkat menjadi sekitar 3.000 ekor.

Kemudian pada 2010, jumlahnya akan lebih meningkat dengan perkiraan mencapai 5.000 ekor,” kata Junwar di ruang kerjanya, Senin 24 Maret kemarin.

Meski demikian lanjutnya, kendalanya susu yang dihasilkan petani tersebut masih dikelola secara tradisional sehingga pemasarannya pun masih terbatas.

Dalam mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian pada 2008 ini berencana membangun instalasi pengolahan susu segar di Bumi Massenrempulu. Anggaran yang disediakan Rp720 juta bersumber dari pemerintah pusat (APBN 2008).

“Kapasitas olahan instalasi ini mencapai 500 liter susu setiap hari. Sementara produksi susu kita sudah 6000 liter per hari. Jadi instalasi pengolahan yang rencananya akan dibanguna dalam waktu dekat ini, hanya mampu menlayani 12 persen dari produksi susu yang ada sekarang ini,” ungkapnya. (k4)