ENREKANG– Angka kematian di Kabupaten Enrekang awal tahun ini cukup melonjak. Rata-rata dalam satu hari, dua penduduk Bumi Massenrempulu dilaporkan meninggal.Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Enrekang, dr Iriani mengungkapkan, khusus Februari, jumlah warga Enrekang yang meninggal mencapai 91 orang.

“Ini sesuai data yang dikeluarkan Badan Kependudukan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka kematian ini cukup melonjak. Pada 2007 lalu, hanya 200 lebih angka kematian, namun 2008 ini, sampai Februari sudah 91 orang,” ujar Iriani seusai melaporkan data tersebut ke bupati, Senin 24 Maret kemarin.

Menurut dia, meningkatnya angka kematian itu, bukan disebabkan adanya penyakit yang mewabah, melainkan angka kematian tersebut sudah terdata baik berdasarkan  adanya kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang untuk memberi santunan bagi warga yang meninggal.

Sejak Februari 2008, Pemkab memang memberikan santunan sebesar Rp1.5 juta bagi kepala keluarga yang meninggal. Kemudian untuk anggota keluarga, termasuk anak-anak diberikan santunan Rp1 juta.

“Sebelum ada uang santunan kematian, banyak warga yang meninggal tidak terdata. Namun saat ini, semua sudah didata sehingga data yang ada saat ini cukup akurat,” paparnya.

Dari data angka kematian pada Februari terungkap kalau penyebab kematian masih didominasi faktor kecelakaan dan penyakit strok. Kematian karena kecelakaan lima orang, sementara karena penyakit strok juga lima orang. (k4)