ENREKANG– Sindikat pencurian ternak (curnak) yang selama ini dianggap cukup meresahkan masyarakat Kabupaten Enrekang mulai terbongkar. Itu terjadi setelah aparat Polres berhasil mengamankan dua warga yang teridentifikasi terlibat kejahatan. Bahkan dalam membongkar aktivitas sindikat tewrsebut, Polres Enrekang bekerja sama dengan Polresta Makassar Timur.

Kapolres Enrekang, AKBP Endi Sutendi mengatakan, sebelumnya telah mensinyalir adanya sindikat pencurian sapi di daerahnya berdasarkan hasil pengembangan terhadap dua pelaku pencurian sapi yang ditangkap beberapa waktu yang lalu.

Kini kedua tersangka telah menghuni sel tahanan Polres Enrekang, Suardi alias Daeng Nai, 55 tahun dan Mustakim bin Saraba, 32 tahun. “Suardi ditangkap di Desa Batu Kede, 24 Maret lalu, sementara Mustakim di Makassar sehari sebelumnya.

Keduanya ditangkap bersama barang bukti seekor sapi dan satu mobil AVP yang dipakai dalam beroperasi,” katanya.

Sesuai pengakuan Suardi menurut Kapolres, terungkap kalau dalam beraksi, pelaku berjumlah delapan orang dengan menggunakan dua mobil yang dipersiapkan untuk mengangkut sapi hasil curian.

Polres Enrekang kemudian berkoordinasi dengan Polres Makassar Timur melakukan sweeping dan menemukan mobil AVP mengangkut sapi dan gelagat para penumpang mobil sangat mencurigakan.

“Saat dilakukan pemeriksaan sopir, Mustakim tidak dapat menunjukkan dokumen resmi sehingga kami langsung menahannya, sementara penumpang lainnya melarikan diri,” katanya. Meski demikian barang bukti seekor sapi dan mobil yang dipakai disita untuk pengembangan kasus tersebut,” imbuhnya. (k4)