ENREKANG– Kesulitan persediaan darah yang sering menimpa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu tampaknya bakal segera beratasi. Hal itu terlihat setelah rumah sakit yang berlntai tiga itu sudah dilengkapi bank darah. Direktur RSUD Massenrempulu, Muh Yamin mengatakan, sebelum bank darah atau unit transfusi darah ada, pasien yang membutuhkan darah harus ke Parepare.

Padahal untuk mengurus ke kota niaga tersebut, dibutuhkan waktu minimal delapan jam. Namun saat ini kata dia, pasien cukup menunggu maksimal 20 menit.

“Hadirnya bank darah tersebut, diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di sini (maksudnya RSUD Massenrempulu. Masyarakat tidak lagi takut akan kehabisan darah saat ada operasi,” kata Yamin.

Di tempat terpisah, penanggung jawab pelayanan unit transfusi darah pembina Diskes Sulsel, Dr Kusrini mengatakan, bank darah di RSUD Massenrempulu bisa menampung 100 kantung darah.

Saat ini, Diskes Sulsel juga sedang melatih tenaga medis yang disiapkan menangani unit transfusi darah RSUD Massenrempulu.

“Dalam menjalankan unit transfusi darah, perlu ada tenaga medis yang paham tugasnya yang saat ini sedang dalam pelatihan,” ujar Kusrini seraya menyebutkan, setiap rumah sakit di Indonesia harus menyiapkan unit transfusi darah sesuai peraturan Menkes No.423/2007.

Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung yang meresmikan pengoperasian bak darah tersebut, mengimbau masyarakat untuk bisa ikut berdonor darah guna menjaga kelangsungan stok bank darah RSUD Massenrempula. “Semoga keberadaan bank darah ini bisa memberi kelancaran operasi di RSUD Massenrempulu,” harapnya. (k4)