ENREKANG– Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Enrekang masih tergolong tinggi. Dari Januari hingga Maret 2008, kasus lakalantas yang ditangani Polres Enrekang sebanyak tujuh kasus. Tiga di antaranya meninggal, dua luka berat, dan dua luka ringan. Tingginya angka lakalantas tersebut disebabkan kondisi geografis Enrekang yang didominasi gunung dan perbukitan.

Titik rawan lakalantas juga dianggap cukup banyak. Dalam sepekan terakhir, satu korban meninggal diakibatkan kondisi jalan yang berlubang, di depan kantor Bupati Enrekang. Kemudian ketiga korban meninggal tersebut, masing-masing Lasmauli, H Sanawiah, dan Hasan Tuwo.

Menurut Kaurbin Ops Lantas Polres Enrekang, Iptu Syafruddin, jika dilihat dari kejadiannya, lakalantas di Kabupaten Enrekang sebenarnya tergolong rendah. Namun potensi meninggal setiap ada kasus cukup besar. “Kasus kematian kecelakaan lalu lintas ini, ada yang diakibatkan jalan rusak dan kelalaian pengemudi,” kata Syafruddin.

Dalam mengatasi dan menekan angka lakalantas tersebut menurut dia, Satlantas berencana melakukan penertiban pengendara motor, terutama mereka yang selama ini tidak memiliki SIM dan kelengkapan kendaraan lainnya. (k4)