Habiskan Anggaran Rp85 Juta Lebih

ENREKANG– Usai menerima surat pemberitahuan pajak Terutang (SPPT) pemungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) 2008, 10 camat se-Kabupaten Enrekang kompak jalan-jalan ke Pulau Batam. Bendaharawan kecamatan juga ikut dalam rombongan tersebut.Para camat yang berangkat itu berkilah, kegiatan mereka ke Batam semata-mata mengikuti workshop nasional tentang demokratisasi pemerintahan. Di antara rombongan tersebut, dua camat dari 12 Kecamatan yang ada tidak ikut. Keduanya masing-masing Camat Curio dan Alla.

Kecamatan Alla saat ini memang mengalami kekosongan karena pejabat camat sebelumnya meninggal dunia, sementara Camat Curio, Amma Leha tidak berangkat dengan alasan administrasinya tidak lengkap.

Amma Leha diwakili bendaharawannya. “Saya tidak berangkat karena administrasi saya tidak rampung,” ujar Amma Leha di Enrekang, Kamis 3 April kemarin. Sememntara itu, informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, para camat itu dijadwalkan berada di Batam hingga Minggu 6 April mendatang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang, Chaerul Latanro yang dikonfirmasi mengakui kunjungan para camat ke Batam tersebut. Meski demikian menurut dia, keberangkatan mereka semata-mata untuk mengikuti workshop, bukan jalan-jalan.

“Jadi jangan dikira mereka jalan-jalan. Ini murni bertujuan mengikuti kegiatan workshop di sana,” katanya. Salah satu sumber yang ikut dalam rombongan menyebutkan, anggaran yang mereka habiskan dalam kegiatan tersebut sebesar Rp7.800.000/ kecamatan. Itu diluar biaya pesawat pulang pergi.

Rinciannya menurut sumber yang enggan ditulis namanya tersebut, setiap orang harus menyetor Rp3.900.000. “Dana itu untuk membayar biaya administrasi mengikuti workshop. Kemudian ongkos tiket lain lagi,” ungkap sumber yang tetap mewanti-wanti namanya tak ditulis.

Dengan demikian, untuk 10 camat ditambah 12 bendaharawan kecamatan menghabiskan uang rakyat sebesar Rp85.800.000. “Itu masih di luar biaya tiket pesawat,” tandasnya. (k4)