ENREKANG– Kabupaten Enrekang memeroleh jatah minyak goreng bersubsidi 120.000 liter. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Daerah (PPD), Drs Irfan Barung di depan beberapa wartawan di kantornya, Jumat 4 April kemarin.Menurut dia, penyaluran minyak goreng bersubsidi tersebut sesuai kebijakan nasional. Anggarannya pun bersumber dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) katanya, hanya selaku pelaksana.

Jatah 120.000 liter itu lanjutnya, disalurkan secara bertahap dalam tempo enam bulan. “Penyalurannya kita rencanakan mulai April ini. Yang jelas penyalurannya berlangsung hingga Agustus mendatang,” tandasnya.

Minyak goreng tersebut menurut dia, mendapat subsidi sebesar Rp2.500/liter. Sementara harga minyak goreng di pasar tradisional saat ini mencapai Rp10.000/liter. “Artinya masyrakat nanti hanya membayar Rp7.500/liter, sementara jatah setiap rumah tangga miskin maksimal dua liter setiap bulan,” ungkapnya.

Di pihak lain, jumlah rumah tangga miskin (RTM) yang akan menerima minyak goreng bersubsidi katanya, sebanyak 10.000 kepala keluarga (RTM) selama enam bulan.

“Mestinya minyak goreng bersubsidi itu sudah disalurkan Marte lalu, namun berhubung ada keterlambatan dari pusat sehingga kita baru dapat menyalurkannya April ini,” jelasnya. (k4)