ENREKANG– Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang tentang pemanfaatan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) terus berkembang. Sampai saat ini, program tersebut telah dimanfaatkan sekitar 1.528 kepala keluarga (KK).Pelaksana tugas Kepala Dinas (Kadis) Pertambangan Kabupaten Enrekang, Drs Tanus mengatakan, pengguna energi PLTMH tersebut tersebar di beberapa kecamatan, seperti PLTMH Tanete dengan daya 20 kilowat (kw).

PLTMH yang dibangun 2005 lalu tersebut menurut dia, telah dimanfaatkan sekitar 100 rumah tangga. Kemudian PLTMH Bongso dengan kapasitas 80 kw, juga telah dinikmati sekitar 365 rumah tangga, termasuk PLTMH Parombean dan PLTMH Ledan, dengan daya masing-masing 70 kw.

Kedua PLTMH tersebut lanjutnya, telah dimanfaatkan sekitar 528 KK. “Yang jelas kapasitas tujuh PLTMH yang telah kita bangun, sudah mencapai 40 kw. Itu di luar pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga biogas yang juga telah dibangun di beberapa daerah,” tandas Tanus di Enrekang, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan pembangunan PLTMH tersebut dilakukan di kecamatan yang memang sulit dijangkau jaringan PLN. Dalam mengatasi kesulitan masyarakat tersebut, maka satu-satunya jalan, mencari energi alternatif.

Energi yang bersumber dari PLTMH tersebut katanya, selain dimanfaatkan masyarakat sebagai alat penerangan, juga untuk menggerakkan industri rumah tangga. PLTMH tersebut beroperasi 24 jam sehingga pada siang hari energi yang dihasilkan terkesan mubazir.

“Daripada mubazir, maka lebih baik kita arahkan ke industri rumah tangga,” tandasnya. Pada 2008 ini, menurut Tanus, Pemkab menargetkan menuntaskan 1.293 KK yang selama ini belum menikmati listrik. “Caranya, selain pembangunan PLTMH dan PLTS, kita juga upayakan pembangunan energi biogas,” janjinya. (k4)