ENREKANG– Isu akan ada demonstrasi sekelompok masyarakat dari Makassar di Kantor Bupati Enrekang membuat aparat kerepotan, Senin 7 April.Dengan isu tersebut, aparat Polres Enrekang dan Satpol PP melakukan penjagaan ketat di kantor bupati dan termasuk DPRD Enrekang.

Namun hingga menjelang sore, massa yang ditunggu ternyata tidak nongol juga. Padahal tim pendukung Bupati Enrekang, H La Tinro La Tunrung juga telah bersiap-siap menggelar aksi tandingan.

“Kalau ada yang mau mendemo Pemkab, maka kami juga siap mendukung Pemkab,” ujar Lily, koordinator massa pendukung La Tinro, di kantor bupati.

Jika melihat surat yang masuk disebutkan, hari ini (maksudnya Senin 7 April) rencananya ada demo atas nama Laskar Massenrempulu,” ungkap Kapolres Enrekang, AKBP Endi Sutendy.

Sesuai suratnya, Kapolres mengatakan, massa yang akan turun melakukan demonstrasi mencapai sekitar 100 orang dengan mengatasnamakan diri dari Laskar Massenrempulu.

Sementara massa pendukung Pemkab yang lebih dulu berada di kantor bupati juga mencapai ratusan orang. Karena sudah lama menunggu, namun para demonstran tak juga datang, maka Kapolres pun langsung memerintahkan anak buahnya membubarkan diri.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Enrekang, Lody Sindangan menilai pengungkapan kritik lewat cara berdemonstrasi, tetap harus sesuai koridor dan memperlihatkan bukti sekaligus memberi solusi.

“Jangan sampai datang hanya berteriak-teriak saja. Mereka harus memberi bukti sekaligus solusi,” katanya. Lody menekankan demonstrasi tidak harus selalu identik dengan kerusuhan. Sampaikan pada semua orang bahwa Enrekang masih aman-aman saja. (k4)