ENREKANG– Tradisi acara perpisahan yang selama ini dilakukan siswa mendapat tanggapan. Selain mubazir, kegiatan itu juga dinilai rawan memberatkan orangtua siswa.Mengantisipasi kebiasaan siswa tersebut, jauh hari sebelum penamatan siswa 2008 ini, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Enrekang, Drs Djajadi Silamma mengimbau seluruh sekolah untuk tidak melasanakan cara perpisahaan. Atau sebisa mungkin dilaksanakan sesederhana mungkin.

Djajadi mengkhawatirkan jangan sampai menggelar acara perpisahan, sekolah lalu melakukan pungutan terhadap orangtua siswa. Menurut dia, bila hal tersebut terjadi, maka ini bisa menambah beban orangtua siswa.

“Makanya saya imbau seluruh sekolah agar acara perpisahan dilakukan sesederhana mungkin. Tidak perlu berlebihan, layaknya orang lagi berpestapora,” kata Kadis di ruang kerjanya, Kamis 10 April kemarin.

Menurut mantan Kepala Bappeda itu, ada fenomena sekolah seolah-olah saling bersaing melaksanakan pesta perpisahan sehingga beban orangtua siswa terkadang tidak diperhitungkan lagi.

“Kita tidak melarang sekolah melaksanakan perpisahan. Yang harus diperhatikan, jangan sampai membebani orangtua siswa,” kuncinya. (k4)