ENREKANG– Kebijakan pemerintah pusat yang mengganti kartu asuransi kesehatan masyarakat miskin (Askeskin) menjadi jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) mengakibatkan puluhan ribu warga miskin di Bumi Massenrempulu kehilangan hak mendapatkan pelayanan kesehatan geratis.Kuota kartu jamkesmas Kabupaten Enrekang hanya 52.231 orang. Padahal di pihak lain, jumlah pengguna kartu Askeskin di Enrekang selama ini, mencapai 69.744 jiwa. Artinya total warga miskin yang akan kehilangan hak memeroleh pelayanan kesehatan secara geratis mencapai 17.513 jiwa.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Enrekang, dr Iriani mengatakan, kuota untuk Enrekang tersebut ditentukan pemerintah pusat. Dengan demikian katanya, Dinas Kesehatan hanya menyalurkan sesuai dengan jatah yang diberikan.

“Kartunya akan kita bagikan paling lambat Juli mendatang. Sekarang kita masih menunggu data warga miskin yang akan diajukan puskesmas,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, Dinas Kesehatan juga masih melakukan revisi terhadap jumlah warga miskin. Sekarang diketahuinya masih banyaknya ditemukan di lapangan, ada masyarakat pemegang kartu Askeskin, namun dari segi ekonomi mereka mampu.

“Makanya kita revisi ulang data warga miskin karena ada yang punya mobil, tapi mau mendapatkan pelayanan kesehatan geratis. Mereka mengaku jadi miskin. Ini kan tidak rasional,” paparnya.

Dana Jamkesmas tersebut menurut dia, akan disalurkan pemerintah pusat langsung ke puskesmas melalui kantor pos. Sementara untuk rumah sakit melalui rekening masing-masing. (k4)