ENREKANG– Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang yang baru, Asnawi SH berjanji mundur dari jabatannya jika selama di Enrekang gagal melaksanakan tugas pokok, khususnya dalam hal penegakan hukum dan mengungkap kasus korupsi.Hal itu diungkapkan Asnawai di depan wartawan di ruang kerjanya, Jumat 18 April kemarin. Menurut dia, setiap kejari telah ditarget dari Kejakgung dalam penanganan kasus korupsi.

Jika target tidak tercapai dalam satu tahun kepemimpinan, maka Asnawi berjanji segera meletakan jabatan. “Kami diberi target untuk menangani minimal tiga kasus korupsi dalam satu tahun. Saya optimis bisa memenuhi target itu. Kkalau tidak, saya akan mundur,” tegasnya.

Dalam memenuhi target tersebut lanjutnya, Kejari mulai mengumpulkan data intelijen kejaksaan pada beberapa kasus di Enrekang yang disinyalir terdapat dugaan korupsi.

“Saat ini kita menargetkan dua kasus dugaan korupsi. Namun itu masih dalam tahap penyidikan. Jadi saya belum bisa mengungkapkannya dengan alasan kehilangan jejak,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kasi Intel Kejari Enrekang, Andarias SH mengungkapkan, pada 2007 lalu, Kejari Enrekang berhasil menangani dua kasus dugaan korupsi masing-masing kasus program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (PKPS BBM) senilai Rp75 juta dan kasus dana properti Pasar Sudu senilai Rp530 juta. (k4)