ENREKANG– Lumbung informasi rakyat (Lira) Enrekang menilai studi banding anggota DPRD selama ini, lebih banyak mengarah pada kegiatan jalan-jalan saja. Hal itu diungkapkan Bupati Lira Enrekang, Tahar Tanti, akhir pekan lalu.Menurut Tahar, banyak studi banding yang dilakukan legislator yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsi dewan. Seperti kata dia, studi banding tentang pelaksanaan pilkada di beberapa kota di Jawa dan Bali, beberapa waktu lalu.

Studi banding tersebut kata Tahar, merupakan kegiatan yang hanya menghambur-hambur uang rakyat mengingat dalam pelaksanaan pilkada, DPRD tidak bertindak sebagai pelaksana.

“Yang melaksanakan kan KPUD, bukan DPRD. Kenapa mesti dewan yang harus studi banding. Ini yang disebut menghambur-hamburkan uang rakyat. Dengan demikian anggaran yang digunakan DPRD bersumbe dari PAD,” tandasnya.

Harusnya lanjut Tahar Tanti, DPRD selektif dalam melakukan studi banding sehingga tidak terkesan hanya alasan dibuat-buat. “Setiap tahun kan perjalanan dinas dewan sudah ditentukan sehingga ada kesan mereka hanya ingin menghabiskan jatah perjalanan dinas tersebut,” ungkapnya. (k4)